ikhlas

images

 

Semoga Alloh melapangkan dada-dada kita dalam mengkaji dien ini, dan semoga pula dengannya(ilmu syar’i) dapat mengantarkan kita sekalian menuju syurga-Nya yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, subahanlloh.

Muhammad sholallohu ‘alaihi wasallam patut kita sampaikan sholawat. Karena dengan apa yang Beliau risalahkan terbebaslah jiwa-jiwa kita dari kejahilan dalam aspek kehidupan kita.

Ikhlas, sederhana memang. Tapi jika kita mau memahami, mengamalkan dan menjadikannya tujuan dari seluruh aktifitas kita tentunya dalm hal ibadah adalah satu hal yang sangat esensial pastinya. salah satu bagian pula dari di terimanya syarat beramal sholah adalh ikhlas. Lantas sudahkah kita memahami apakah ikhlash itu?…

Dalam kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah menyebutkan tempat-tempat persinggahan Iyyaka Na’budu wa Iyyaka Nasta’in diantaranya adalah ikhlas.

Sehubungan dengan tempat persinggahan ikhlas ini Allah telah berfirman di dalam Al-Qur’an, (artinya):
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah: 5)

Jadi hal apapun yang kita lakukan tentunya akan bernilai di sisi Alloh jika dalam diri kita menhujam keikhlasan yang begitu mendalam. Seseorang tidaklah di katakan berikhlas ketika dalam niatan atas apa yang hendak ia lakukan terlintas satu niatan yang tujuannya bukan menharap wajah Alloh, atau memiliki niatan karena Alloh namun secara bersamaan ia memiliki satu niatan yang dimana niatan niatan tersebut tidak sekdar mengaharapan wajah Alloh, namun ada satu harapan dari selain Ridho Alloh. Entah itu ingin di anggap orang yang berilmu, orang yang sholeh, orang yang tawdu’ dan masih banyak hal yang tentunya semua itu berkesempatan untuk beribadah tanpa di iringi keikhlasan.

Allah  berfirman, (artinya):
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan?” (An-Nisa’: 125)

Tujuan utama dari amalan dengan keikhlasan adalah hendaknya segal hal yang ia perbuat semata Alloh tujuannya, tidak menjadikannya selain-NYa. Alangkah sia-sianya jika amalan-amaln yang telah di perbuatnya dengan susah payah, emamkan waktu dan tenaga akan hilang begitu saja. Semua itu hanya karen amalan tersebut di boncengi dengan amalan yang dapat meleburkan keikhlasan yaitu riya.

“Dan, Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Al-Furqan: 23).

Karenanya bersegera memperbaikai niat adalah langkah yang tepat, karena di dalamnya terdapa satu fadhilah yang tinggi jika di amalkannya.

Di dalam Ash-Shahih disebutkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, dia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, (artinya):
“Tiga perkara, yang hati orang mukmin tidak akan berkhianat jika ada padanya: Amal yang ikhlas karena Allah, menyampaikan nasihat kepada para waliyul-amri dan mengikuti jama’ah orang-orang Muslim karena doa mereka meliputi dari arah belakang mereka.” (HR. At-Thirmidzi dan Ahmad)

Sudahkah kita luruskan niat kita, sehingga dengannya bersihlah apa-apa yang menjadi amalan kita. Dan di terimanya amalan kita lantaran telah sempurna apa yang menjadi tujuan kita yaitu Alloh subahanahu wata’ala semata. InsyaAlloh

Sebuah tulisan lama yang sempat tertimbun…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s